PENULIS MUDA
Ari Yudiarto
Lihatlah sesosok lelaki muda
Pena, kertas, dan cairan tinta bagai sahabatnya
Tetesan tinta itu di titikkan di secarik kertas
Kertas dianggapnya bagai kulitnya
Pena bagai tulangnya
Bahkan tinta bagai aliran darahnya
Tinta dan pena ini membuat hasta dan sendi bergetar
Getaran yang mengalir dari sengatan yang mengalir dari hatinya
Kadang Ia menunduk, mendongak, dan menoleh kekanan kekiri
Mencari referensi agar tintanya berguna
Ia adalah seorang pecinta
Bukan pecinta wanita
Melainkan pecinta. . .TULISAN