Selasa, 29 Maret 2016

PENULIS MUDA

PENULIS MUDA

Ari Yudiarto

Lihatlah sesosok lelaki muda
Pena, kertas, dan cairan tinta bagai sahabatnya
Tetesan tinta itu di titikkan di secarik kertas
Kertas dianggapnya bagai kulitnya
Pena bagai tulangnya
Bahkan tinta bagai aliran darahnya

Tinta dan pena ini membuat hasta dan sendi bergetar
Getaran yang mengalir dari sengatan yang mengalir dari hatinya
Kadang Ia menunduk, mendongak, dan menoleh kekanan kekiri
Mencari referensi agar tintanya berguna 

Ia adalah seorang pecinta
Bukan pecinta wanita
Melainkan pecinta. . .TULISAN

GROBOGAN

GROBOGAN

Ari Yudiarto

Rumah tanpa atap adalah julukanmu
Selalu melindungiku dari sengat matahari dan hujan
Hijaumu takakan luntur dan lenyap
Karna kau tempatku dibesarkan

Walau sekarang ku tak bersamamu
Namun kau slalu ada dalam jiwa
Ku banyang jika kau takada
Aku pun tak akan ada

Kau adalah aku
Aku adalah bagian darimu
Ku rindu semua ke elokanmu 
Karna kau kota terindah

Kau menyimpan berjuta kenangan
Hutan lebat bagai paru-paru dunia
Sungai bagai alirah darah dunia
Wisata membuat mata tarbelalak
Bersemilah kotaku
Bersemilah Grobogan
Daerah kecil yang berarti bagiku